Archive for the ‘Tesis dan Antitesis’ Category
Apalah Saya
ngeri..
Dua orang teman seangkatan saya telah resmi menjadi kontributor dalam weblog paling macho garapan mahasiswa power ITB..
Kalo ngeliat isi blog Saya, ndak ada apa-apanya.. isinya cuman curhatan semua.. kategori “sampah hati” kalo kata kelapukat..
Apalah Saya ini.. Read the rest of this entry »
Oh Goodbye Dreams..
Untuk semua yang punya YM Saya, pasti sering ngeliat judul diatas sebagai status Saya.. biasanya ada tambahan juga “au revoir la France”..
Ada sebuah quote dari film the Great Debaters,
When I was a child, I talk like a child, I think like a child
But when I have grown into a man, I put all the childish things away
yah mungkin redaksinya agak berbeda, yang jadi permasalahan adalah:
Is “dreaming” considered to be a childish thing?
Baru beberapa saat yang lalu temen Saya berinisial R bilang, jangan kebanyakan mimpi, yang real aja, lo dah gede.
So, does growing up mean giving away your dreams?
Harapan dan Impian, Doa
Barusan habis ngobrol dengan teman-teman seperjuangan Air Mata Ibu Pertiwi, ya intinya mengenai rencana di masa depan gitu, tapi kita jadinya justru banyakan nyinggung masa lalu, semacem learn from the past, hehe. Kebanyakan dari kita punya masa lalu yang mirip. Contoh yang dialami oleh Saya adalah sewaktu di SMP, kelas 1 dan 2 masih tidak maksimal, santai lah pokonya, tapi untungnya kelas 3 kesadaran muncul, barulah saya terpacu untuk belajar giat agar bisa masuk ke SMA favorit. Dan di SMA favorit Saya yang katanya “gaul” ini, Saya tetap saja tidak gaul.. apa yang salah ya.. eh, maaf, hehe jadi ngelantur gini. Nah di SMA ini kelas 1 dan 2 benar-benar merupakan masa keemasan dalam kebandelan Saya, apalagi sewaktu kelas 2. Bebas dari kekangan senior yang telah lulus, dan belum dihantui oleh tanggung jawab menjalani ujian agar dapat diterima di PTN impian. Tapi untungnya, kesadaran benar-benar mencapai taraf klimaks di saat yang tepat. Tekanan dari berbagai pihak disaat kelas 3 memaksa Saya untuk benar-benar belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, dengan disertai doa dan tingkat ibadah yang komprehensif. Baik dari orang tua, diri sendiri, keluarga besar di kampung, maupun gebetan (ups..) semua mengharapkan masa depan Saya yang lebih baik, haha. Dan alhamdulillah sampailah Saya di kampus ini.
Merasa yang paling jago se-Indonesia, membuat Saya takabur, hilang arah dan tujuan. Serasa segala macam harapan dan impian telah tercapai, doa pun jadi kendor.. naudzubillah.. Yang pada akhirnya membuat menyesal sekarang. Berbeda dengan pada waktu sekolah dulu, kesadaran selalu datang di akhir, namun di masa kuliah ini, tidak ada yang namanya akhir kecuali kita Read the rest of this entry »
Keputusan yang sulit
Dalam setiap kehidupan, setiap insan akan selalu dihadapkan pada sebuah keputusan yang sulit. Termasuk pada diri Saya sendiri. Beberapa waktu belakangan ini Saya harus membuat sebuah keputusan yang sulit, bahkan cenderung pahit.
Hal ini dimulai saat beberapa waktu sebelum hari raya Idul Fitri tiba. Setelah sekian lama tidak pulang, akhirnya Saya dapat kembali bersua bersama adik dan orang tua tercinta di rumah, karena sering terbuai oleh aktivitas dan kehidupan kampus di kota nan sejuk (kalo pagi), Bandung. Merasakan nikmatnya kehangatan berbuka puasa bersama keluarga, meskipun pada hari-hari terakhir Ramadhan kemarin ibu Saya sudah agak “malas” untuk menyediakan hidangan-hidangan istimewa demi salah satu putra yang dicintainya, namun tetap saja ada sensasi yang berbeda dalam suasana berbuka tersebut meski hanya melahap tajil alakadarnya.
Melihat kembali pada beberapa tahun yang telah Saya lewati selama menjalani dunia perkuliahan, membuat Saya berpikir apa saja yang telah Saya lakukan selama ini. Sudah lebih tiga tahun Saya berkutat dengan lika-liku kehidupan kampus sebagai anak kost. Sudah lebih dari tiga tahun Saya terombang-ambing dalam obsesi pribadi mengejar mimpi. Mimpi-mimpi yang seringkali tercemari sifat egoistis Saya sehingga selalu saja kandas di tengah jalan. Tahun pertama Saya bermimpi ingin Read the rest of this entry »
Malaikat Juga Tahu
Wew, judul diatas adalah sebuah single yang terbilang baru di blantika permusikan Indonesia oleh Dewi Lestari. Disini Saya hanya akan memberikan kesan-kesan Saya mengenai interpretasi Saya terhadap lirik lagu ini. Mengapa lagu ini bisa Saya anggap sedikit istimewa? Jawabannya akan dapat segera Anda temui bila Anda berkenan untuk terus membaca posting ini, hehe.
Pertama kali Saya disuruh (dengan sedikit pemaksaan) untuk mendengarkan lagu ini oleh seorang teman Saya, Yoka (yang katanya dia bakal terlihat ganteng dengan berat 80/85 kg, haha, gak pede lo Yok! Kalo dari 116, Jalan lo msh panjang, hehe). Dia bilang kalau lagu ini bagus banget dan sangat cocok untuk menggambarkan Read the rest of this entry »
Istirahat
Kemarin, satu hari penuh Saya absen dari menulis di blog ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah lelah, kurang “energi”. “Energi” disini pertama-tama akan Saya definisikan sebagai tenaga yang ada pada fisik Saya. Kemarin malam di himpunan Saya nggak tidur menjelang sahur, habis Shubuh di Masjid Salman, tiba-tiba Saya “terlelap” sejenak, trus habis itu Saya langsung kuliah jam 7 pagi.
Kuliah Elektronika Daya, sebuah mata kuliah yang sebenarnya belum Saya ambil SKSnya, namun Saya pribadi sangat tertarik dengan subjek ini. Dosen pengajarnya pun adalah seseorang yang sangat kompeten di bidang ini, terkenal hingga ke luar negri (lagian siapa sih dosen ITB yang gak terkenal, hehe, sori agak narsis). Setelah selesai kuliah tersebut pukul 8, Saya baru pulang ke kosan, niatnya sih pengen lanjut tidur lagi, lumayan kuliah selanjutnya masih jam 11. Apalah daya, sampe kosan malah nyalain laptop, sambungin kabel LAN, buka mozilla dan sudahlah Saya sambil menahan kantuk malah internetan gak jelas hingga tiba-tiba sudah pukul 10.30 dan Saya belum mandi, hehe..
Kuliah selanjutnya adalah Manajemen SDM, minggu lalu Saya absen karena harus ke Jakarta untuk mengurus laporan KP Saya, jadi minggu ini Saya tekadkan untuk Read the rest of this entry »
