Archive for the ‘Génie électrique’ Category
Control System Design
Concerning my undergraduate final project, I am to design a controller. First things first, let me share you a little bit of what I’ve learned about the process and methods for designing a control system. This post also serves as a parameter for my progress documentation of the project.
The process of designing a control system usually makes many demands of the engineer or engineering team. These demands often emerge in step by step design procedure as follows:
- Study the system (plant) to be controlled and obtain initial information about the control objectives.
- Model the system and simplify the model, if necessary.
- Analyze the resulting model; determine its properties. Read the rest of this entry »
Harapan dan Impian, Doa
Barusan habis ngobrol dengan teman-teman seperjuangan Air Mata Ibu Pertiwi, ya intinya mengenai rencana di masa depan gitu, tapi kita jadinya justru banyakan nyinggung masa lalu, semacem learn from the past, hehe. Kebanyakan dari kita punya masa lalu yang mirip. Contoh yang dialami oleh Saya adalah sewaktu di SMP, kelas 1 dan 2 masih tidak maksimal, santai lah pokonya, tapi untungnya kelas 3 kesadaran muncul, barulah saya terpacu untuk belajar giat agar bisa masuk ke SMA favorit. Dan di SMA favorit Saya yang katanya “gaul” ini, Saya tetap saja tidak gaul.. apa yang salah ya.. eh, maaf, hehe jadi ngelantur gini. Nah di SMA ini kelas 1 dan 2 benar-benar merupakan masa keemasan dalam kebandelan Saya, apalagi sewaktu kelas 2. Bebas dari kekangan senior yang telah lulus, dan belum dihantui oleh tanggung jawab menjalani ujian agar dapat diterima di PTN impian. Tapi untungnya, kesadaran benar-benar mencapai taraf klimaks di saat yang tepat. Tekanan dari berbagai pihak disaat kelas 3 memaksa Saya untuk benar-benar belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, dengan disertai doa dan tingkat ibadah yang komprehensif. Baik dari orang tua, diri sendiri, keluarga besar di kampung, maupun gebetan (ups..) semua mengharapkan masa depan Saya yang lebih baik, haha. Dan alhamdulillah sampailah Saya di kampus ini.
Merasa yang paling jago se-Indonesia, membuat Saya takabur, hilang arah dan tujuan. Serasa segala macam harapan dan impian telah tercapai, doa pun jadi kendor.. naudzubillah.. Yang pada akhirnya membuat menyesal sekarang. Berbeda dengan pada waktu sekolah dulu, kesadaran selalu datang di akhir, namun di masa kuliah ini, tidak ada yang namanya akhir kecuali kita Read the rest of this entry »
Keputusan yang sulit
Dalam setiap kehidupan, setiap insan akan selalu dihadapkan pada sebuah keputusan yang sulit. Termasuk pada diri Saya sendiri. Beberapa waktu belakangan ini Saya harus membuat sebuah keputusan yang sulit, bahkan cenderung pahit.
Hal ini dimulai saat beberapa waktu sebelum hari raya Idul Fitri tiba. Setelah sekian lama tidak pulang, akhirnya Saya dapat kembali bersua bersama adik dan orang tua tercinta di rumah, karena sering terbuai oleh aktivitas dan kehidupan kampus di kota nan sejuk (kalo pagi), Bandung. Merasakan nikmatnya kehangatan berbuka puasa bersama keluarga, meskipun pada hari-hari terakhir Ramadhan kemarin ibu Saya sudah agak “malas” untuk menyediakan hidangan-hidangan istimewa demi salah satu putra yang dicintainya, namun tetap saja ada sensasi yang berbeda dalam suasana berbuka tersebut meski hanya melahap tajil alakadarnya.
Melihat kembali pada beberapa tahun yang telah Saya lewati selama menjalani dunia perkuliahan, membuat Saya berpikir apa saja yang telah Saya lakukan selama ini. Sudah lebih tiga tahun Saya berkutat dengan lika-liku kehidupan kampus sebagai anak kost. Sudah lebih dari tiga tahun Saya terombang-ambing dalam obsesi pribadi mengejar mimpi. Mimpi-mimpi yang seringkali tercemari sifat egoistis Saya sehingga selalu saja kandas di tengah jalan. Tahun pertama Saya bermimpi ingin Read the rest of this entry »
Pertanyaan mendasar seputar keelektroan
Sebenarnya dari dulu Saya sering memiliki banyak pertanyaan mendasar seputar kelistrikan atau keelektroan yang “beterbangan” di pikiran Saya, namun karena kurangnya media “dokumentasi”, lama kelamaan Saya lupa apa saja yang ingin Saya tanyakan.. Pada beberapa kasus mungkin Saya sudah menemukan jawabannya sendiri, dan ada pula kasus dimana Saya tidak akan pernah tahu sama sekali karena Saya telah benar-benar melupakan pertanyaan tersebut (things that were left unanswered).. Dan yang lebih parah lagi, Saya sebagai mahasiswa jurusan Teknik Elektro seharusnya justru yang paling mengerti masalah seperti ini.. Seperti yang Saya kutip dari seorang dosen Saya, Pak Syarif saat beliau memberikan tugas perancangan sistem tenaga elektrik
Seharusnya Kalian lah yang paling mengerti tentang yang begini-beginian dibandingkan jurusan-jurusan lain, kalau sampai Kalian tidak mengerti juga, mau jadi apa dunia ini.. Tidak layak Kalian disebut Sarjana Teknik Tenaga Listrik
Baiklah, pertanyaan mendasar seputar keelektroan yang sedang menjadi buah bibir bagi “para kurcaci yang berlarian” di dalam otak Saya belakangan ini adalah Read the rest of this entry »
