Fela Rizki Wardana

dari mimpi, dengan usaha, untuk Pevita!! hehe, namanya jg ngarep

Harapan dan Impian, Doa

with 8 comments

Barusan habis ngobrol dengan teman-teman seperjuangan Air Mata Ibu Pertiwi, ya intinya mengenai rencana di masa depan gitu, tapi kita jadinya justru banyakan nyinggung masa lalu, semacem learn from the past, hehe. Kebanyakan dari kita punya masa lalu yang mirip. Contoh yang dialami oleh Saya adalah sewaktu di SMP, kelas 1 dan 2 masih tidak maksimal, santai lah pokonya, tapi untungnya kelas 3 kesadaran muncul, barulah saya terpacu untuk belajar giat agar bisa masuk ke SMA favorit. Dan di SMA favorit Saya yang katanya “gaul” ini, Saya tetap saja tidak gaul.. apa yang salah ya.. eh, maaf, hehe jadi ngelantur gini. Nah di SMA ini kelas 1 dan 2 benar-benar merupakan masa keemasan dalam kebandelan Saya, apalagi sewaktu kelas 2. Bebas dari kekangan senior yang telah lulus, dan belum dihantui oleh tanggung jawab menjalani ujian agar dapat diterima di PTN impian. Tapi untungnya, kesadaran benar-benar mencapai taraf klimaks di saat yang tepat. Tekanan dari berbagai pihak disaat kelas 3 memaksa Saya untuk benar-benar belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, dengan disertai doa dan tingkat ibadah yang komprehensif. Baik dari orang tua, diri sendiri, keluarga besar di kampung, maupun gebetan (ups..) semua mengharapkan masa depan Saya yang lebih baik, haha. Dan alhamdulillah sampailah Saya di kampus ini.

Merasa yang paling jago se-Indonesia, membuat Saya takabur, hilang arah dan tujuan. Serasa segala macam harapan dan impian telah tercapai, doa pun jadi kendor.. naudzubillah.. Yang pada akhirnya membuat menyesal sekarang. Berbeda dengan pada waktu sekolah dulu, kesadaran selalu datang di akhir, namun di masa kuliah ini, tidak ada yang namanya akhir kecuali kita sendiri yang menetukan akhirnya.. Dengan mengucap basmalah, mulai semester ini Saya akan mencoba mulai berniat untuk mengakhiri masa perkuliahan Saya. Amin.

Oke lanjut saja. Pada tingkat akhir perkuliahan Saya ini, Saya telah membuat perencanaan kedepan dalam hidup Saya. Perencanaan ini hanya menyangkut masalah akademis. Sedangkan perencanaan dalam rangka membina rumah tangga tidak akan dibahas dalam artikel ini, for all the girls, jangan pada kecewa dulu ya, hehe. Perencanaan yang berupa harapan dan impian Saya tersebut akan benar-benar menentukan akan seperti apa jalan hidup yang akan Saya tempuh kedepannya.

Dalam rencana tersebut, jalur hidup pilihan Saya akan terpisah menjadi dua bagian yang nantinya akan benar-benar bertolak belakang satu sama lain. Rencana ideal Saya, yang Saya sebut sebagai Plan A adalah: lulus dari Teknik Elektro ITB pada wisuda bulan Maret 2010 (ternyata Saya masih punya kesempatan lulus maret! hehe) dengan IP diatas 3, lalu melanjutkan S2 dengan beasiswa (insya Allah dapet) di ITB selama satu tahun pertama untuk persiapan lalu berangkat menuju Institut National Polytechnique de Toulouse (INPT) di Toulouse, Prancis, mengambil spesialisasi pada Power Electronics selama 2 tahun, dan lulus dengan gelar Ingénieur haha. Français, ici Je viens!!

Setelah itu Saya akan kembali melanjutkan studi doktoral Saya, lagi-lagi dengan beasiswa tentunya, hehe. Kali ini dengan spesialisasi dalam Sistem Transmisi Daya Listrik Berbasis HVDC. Saya akan melakukan riset mengenai feasibility studies penggunaan sistem transmisi HVDC di Indonesia. Dan bila studi Saya tadi menyatakan bahwa aplikasi sistem HVDC di Indonesia memang cocok, cost-effective dan feasible, maka Saya bersedia memimpin proyek HVDC di Indonesia, memperoleh sedikit kekayaan untuk dapat mensejahterakan keluarga. Lalu apa lagi yang dapat Saya lakukan kecuali untuk membalas budi dan mengembalikan apa yang telah Saya peroleh dan Saya nikmati dari negara tempat Saya lahir ini, yang telah mendidik dan memberikan kesempatan kepada Saya untuk berkembang di awal masa dewasa Saya.

Saya bertekad untuk membaktikan diri Saya dengan menjadi pengajar, dosen, dan motivator. Mengisi kuliah-kuliah umum motivasi, mengisi seminar-seminar seputar bidang kelimuan Saya, berbagi pengalaman, bahwa untuk menjadi seorang yang sukses tidak perlu brilian, hanya diperlukan ketekunan, keuletan, niat, dan kemauan. Amin!

Nah itu tadi adalah plan A, singkatnya plan A diatas dapat terlaksana apabila Saya dapat memperoleh beasiswa studi. Nah bagaimana seandainya Saya “tersandung” sehingga tidak bisa memperoleh beasiswa studi ke luar negri? Saya telah memikirkan Plan B. Dengan berbekal CV yang menyatakan Saya pernah menjadi Ketua Ekskursi Arus Kuat 2009, Saya harap Saya bisa diterima bekerja di PT P*N (Pers*ro), merintis karir dari bawah, sikut depan-belakang, menjilat kiri-kanan, melobi-lobi, mendaki puncak kekuasaan, yah target Saya minimal jadi GM di salah satu unit Distribusi di pulau Jawa lah, markup sana-sini, mencuri kekayaan rakyat, dan hidup mewah, intinya Saya ingin mengeruk kekayaan sebesar-besarnya deh, hahaha.

Betul-betul bertolak belakang bukan? haha. Kalo kata salah seorang teman Saya, cita-cita Saya diatas yang satu mulia, yang satunya lagi hina dina, hehe.

Karena itu, Saya berdoa, Ya Allah, jangan biarkan hamba-Mu ini menjadi seorang yang hina, yang mencuri kekayaan rakyat, yang selalu mengambil tanpa pernah memberi, yang bergelimang harta namun tidak sudi bersedekah, bagai kacang lupa kulit. Melainkan bimbinglah hamba-Mu ini agar dapat menjadi manusia yang berguna bagi bangsanya, yang lebih banyak memberi manfaat dan faedah bagi umat, berbakti kepada ilmu pengetahuan dan agama dan buatlah agar bangsa ini sadar bahwa mereka masih memiliki satu dari sekian banyak putra bangsa yang dapat diandalkan kelak di masa depan (hehe, pede banget nih awak). AMIN

Written by Fela Rizki Wardana

October 19, 2008 at 6:16 pm

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. [...] Harapan dan Impian, Doa Dari [...]

  2. hhh… amin…

    dewak

    October 19, 2008 at 7:51 pm

  3. hahhahaha
    mo nangis gw bacanya pel!!!
    di saat lo sudah punya perecanaan cita2 yg tinggi, gw masih aja mikirin tidur, ngerokok , ngayal!!! hahahhahah
    semoga harapan lo jadi kenyataan, amin!

    rei

    October 19, 2008 at 9:00 pm

  4. ah bisa aja lo “rei”, sok2an pake nulis ngerokok lagi.. sindiran buat gw itu ya? well i’ll take with an open heart.
    thx ya, sukses juga buat segala aktivitas lo, amin.

    Fela Rizki Wardana

    October 20, 2008 at 9:58 am

  5. amin fel..harapan dan impian lu semoga menjadi kenyataan.

    -dh ngerokok, jagoan HVDC lagi..ckckckck (omongan gw masa depan)-

    robin septavyn

    October 30, 2008 at 12:22 am

  6. plan yang mantap

    rousyan

    December 7, 2008 at 2:43 pm

  7. [...] postingan dibawah, Saya telah memaparkan harapan dan impian Saya. Have all those dreams fallen apart? Yah itulah yang Saya rasakan ketika mengerjakan ujian [...]

  8. nothing’s imposible, especially when u have the will and plan. just do your best and let God do the rest.

    me

    January 3, 2009 at 11:08 am


Leave a Reply